February 2012
118 posts
Pre Menstrual Syndrome
Kepada lelaki.
Mengertilah kalau sahabatmu.
Perempuan.
Akan ada satu waktu yang beberapa hari di setiap bulannya. Masa-masa dimana emosi meninggi, threshold rangsang nyeri dan stress menurun, allodynia adalah makanan setiap jam, kadang menangis adalah cara satu-satunya untuk meredakan badai.
Bukan berarti ia benci padamu, marah padamu, atau menghinakan dunia dan lain-lain.
Melainkan...
Lembayung Bali
Lagu dibawakan oleh Saras Dewi
Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa...
Permasalahannya sebenarnya bukan pada seberapa ideal calon pasangan hidup, tapi...
– (via kuntawiaji)
Apa sih mas Yunus ini postingan-ne, jian bikin galau tenanan. Masalahe, jodohku ki masih ghoib loh. Gimana mau menerima kelebihan dan kekurangannya. *ngek*
Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi...
– [perempuan, seri 03, M.Quraish Shihab] (via achmadlutfi)
Anyone can love a rose, but it takes a great deal to love a leaf. It’s ordinary...
– Unknown (via itslaban)
Bumbu hidup : mekanisme defensif
Terkadang ketika letih melanda, sepi senyap adalah teman terbaik. Disaat itulah muncul anergy, internalisasi, dan proses diri dimulai.
Di dalamnya bercampur bumbu marah, denial, represi, agresi bahkan regresi. Ada api membara yang membuat bumbu segera mendidih.
Ada kala bumbu mengalami reduksi, saat itulah dimana api harus mati. Supaya tidak hangus menjadi kerak hitam. Sia-sia.
Di titik...
Doa solat maghrib
Jika aku diperbolehkan sedikit berkhayal.
Aku ingin menghabiskan minggu seperti ini dengan suamiku yang tidak (lagi) ghoib.
Aamiin.
Ia menangis
Untuk lelaki di atas kuda kurus yang akhirnya sampai pada teluk...
– Goenawan Mohamad dalam Kumpulan sajak Don Quixote
Asrul Sani
“Orang tidak dapat terus-menerus hidup di bawah kolong langit. Kau harus cari tempat pulang dan tempat dimana pemberian dapat diberikan dan segala dapat dimulai” ~
Bendi bertanya..
“Dimana itu tan?”
“It called home”
:D
Surat untuk suamiku yang entah dimana dan yang...
Hari ini adalah hari besar kami.
Saya dan dua orang sahabat saya, kaka dan bendi.
Kami berjalan-jalan di hari minggu. Dulu ini semua mustahil. Karena sibuk molor di balik bantal. Atau jaga bangsal di rumah sakit.
Tapi hari ini lain.
Hari ini hari kami, suamiku yang ghoib.
Maka kami ke festival keuken. Isinya berbagai macam stand yang isinya menjual makanan.
Ada satu stand yang menarik...
To define racism only through extreme groups and their extreme acts is akin to...
– Matthew Desmond and Mustafa Emirbayer in What is Racial Domination? (via kidonacloud)
Saya pernah merasa saya rasis. Tidak benar-benar rasis dalam istilah yang sebenarnya sih. Ketika kamu berada di sekeliling orang-orang yang BOLD. Keren dengan sekeren-kerennya manusia. Mereka cantik, pintar,...
Siapapun
Siapapun kamu
Saya harap kamu mengerti jikalau
Tiba-tiba kamu mendapati saya
Memeringkuk tanpa daya setengah bernangis di sudut tempat tidur. Menatap langit seolah sampai hilang kendali akan tubuhnya sendiri. Berwajah sendu dengan sesenggukan sesekali.
Lalu mendapati adegan
Tertawa lepas di depan orang lain. Dan berbicara banyak mengenai satu topik yang terus diulang beberapa hari,...
Eksitasi
Bosan.
Saya bosan.
Mengakibatkan mengalami semacam paraplegia. Yang menghambat untuk beraktivitas.
Saya bosan.
Mengakibatkan memiliki perasaan afek datar. Anhedonia. Minim minat.
Saya bosan.
Mengakibatkan threshold menurun akan semua hal yang bisa mengeksitasi emosi.
Biarkan saya memiliki diri saya. Sejenak saja.
Untuk beberapa jam saja.
Saya mau kamu mengerti saya lelah...
Kenapa miskin? Karena tidak berpendidikan. Kenapa tidak berpendidikan? Karena...
– Dahlan Iskan dalam Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri (via kuntawiaji)
Ask Yourself.
fizziklyfit:
“Am I ready to meet Allah Subhanahu wa ta’la?”
:’
Ekspresi
Terkadang walau tanpa kata. Lirikan mata, ketukan jemari, arah dagu, bahkan tubuhmu memaktubkan maksudmu. Semua partikelmu berbahasa.
Not-not yang keluar dari bibir adalah bahasa hati yang hanya mampu diterjemahkan...